Jumat, Januari 16, 2026

Puluhan Tahun Beribadah di Fasilitas Sementara, Jemaat GFA Wahe Tagih Perhatian Pemda

Must read

Bobong, Ufuktimur.com – Puluhan tahun menjalankan ibadah di fasilitas seadanya, Jemaat Gereja Fajar Amanat (GFA) Wahe akhirnya secara terbuka menagih perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu. Mereka meminta Pemda tidak lagi menutup mata dan segera membangun gedung gereja yang layak dan permanen.

Aspirasi tersebut disampaikan jemaat saat pertemuan bersama anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu dalam kegiatan reses di Desa Wahe, Kecamatan Taliabu Utara. Jemaat menilai, kondisi tempat ibadah yang hingga kini masih bersifat sementara merupakan bentuk ketimpangan pelayanan publik, khususnya di bidang keagamaan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Budiman L. Mayabubun, menegaskan bahwa Pemda tidak boleh terus melakukan pembiaran terhadap kebutuhan dasar umat beragama.

“Negara tidak boleh absen dalam urusan pelayanan keagamaan. Kalau jemaat sudah puluhan tahun beribadah di tempat yang tidak layak, itu artinya ada kegagalan perencanaan dan keberpihakan anggaran,” tegas Budiman.

Budiman menekankan, pembangunan rumah ibadah bukan sekadar program seremonial, melainkan kewajiban konstitusional pemerintah daerah yang harus diprioritaskan secara adil dan merata.

“Jangan bicara toleransi dan keberpihakan kepada umat kalau gereja saja dibiarkan tanpa kepastian. Pemda harus segera memasukkan pembangunan Gereja GFA Wahe dalam program prioritas dan penganggaran resmi, bukan sekadar janji,” katanya.

Ia juga memperingatkan, DPRD tidak akan tinggal diam jika aspirasi jemaat terus diabaikan tanpa alasan yang jelas.

“Kalau ini terus dibiarkan, DPRD akan mempertanyakan komitmen Pemda dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Ini bukan permintaan berlebihan, ini hak warga yang dijamin undang-undang,” ujarnya.

Budiman menambahkan, aspirasi Jemaat GFA Wahe akan dikawal melalui mekanisme DPRD, baik dalam pembahasan APBD maupun melalui rekomendasi resmi kepada pemerintah daerah.

“Kami akan kawal ini sampai ada kepastian. Jemaat tidak boleh terus beribadah dalam kondisi darurat sementara anggaran daerah berjalan tanpa sensitivitas sosial,”tutup Budiman. (Red)

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
Iklan Bawah
- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article