Bobong, Ufuktimur.com — Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Sashabila Mus dan Pejabat Sekretaris Daerah, Hayatudin Fataruba ditantang untuk mengungkap dugaan penggunaan Ijazah Palsu sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Pulau Taliabu. Pasalnya, dalam berapa tahun terkahir ini salah satu isu hangat yang menjadi perbincangan publik yaitu terkait dugaan ijazah palsu sejumlah pimpinan OPD.
Hal ini menjadi atensi Fron Pemuda Taliabu. Menurut kajiannya, isu tersebut harus diseriusi Bupati maupun Sekda. Karena, jika dibiarkan maka ini menjadi citra buruk di pemerintahan ini. Karena itu, Fron Pemuda Taliabu menantang bupati dan PJ Sekda untuk mengungkap dugaan penggunaan Ijazah palsu sejumlah pimpinan OPD.
“Kalau mau ciptakan iklim birokrasi bersih ya masalah dugaan ijazah palsu juga harus diseriusi, Bupati dan sekda,” ujar Koordinator Fron Pemuda Taliabu, Lifinus Setu.
Menurut Lifinus, penelusuran hal itu berkaitan erat dengan penggunaan anggaran selama ini dan penertiban dokumen ASN. Sebab, hal ini akan sangat berdampak penggunaan keuangan Negera.
“Ini penting untuk ditelusuri karena ini berkaitan dengan pertanggungjawaban penggunaan keuangan Negera di lingkungan Pemda,” tegasnya.
Ia juga mendesak bupati untuk membentuk Tim investigasi independen untuk mengungkap hal tersebut. Dia menyarankan agar tim investigasi independen itu juga melibatkan akademisi, APH, BKN. Tujuannya, supaya kerja tim itu bebas dari intervensi.
“Untuk menelusuri itu, bupati harus bentuk tim investigasi independen yang melibatkan berbagi unsur stakeholder, baik akademisi, APH, BKN dan internal Pemda,” sarannya.
Tak hanya itu, Lifinus juga desak, DPRD untuk segera bentuk panitia khusus ijazah palsu. Menurutnya, kenapa DPRD juga harus dilibatkan karena DPRD memiliki fungsi pengawasan dan anggaran.
“DPRD juga harus segera bentuk tim independen agar mengungkap secara terang benderang masalah dugaan penggunaan Ijazah palsu di lingkungan Pemda Taliabu,” tutupnya. (red)



