Bobong, ufuktimur.com — Sejak tiba di Pulau Taliabu pada 14 November 2025 hingga saat ini, Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Yoki Adrianus belum menunjukan taringnya dalam dalam penegakan tindak pidana korupsi.
Padahal, Pulau Taliabu yang sering menjadi sorotan terkait maraknya pembangunan fiktif. Namun, Kajari sepertinya takut untuk mengungkap kasus dugaan korupsi yang terjadi di pulau Taliabu ini.
Hal ini mendapat sorotan, Kordinator Fron Pemuda Peduli Taliabu (FP2T), Sauti Jamadin. Sauti mengatakan, Kajari Pulau Taliabu sudah kurang lebih 3 bulan bertugas di Pulau Taliabu belum menunjukan komitmennya dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi.
“Kami kami menduga, pak Kajari Pulau Taliabu ini takut mengungkap kasus korupsi di Pulau Taliabu,” ujarnya.
Dia menyebutkan, seharusnya kehadiran Kajari baru ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Pulau Taliabu. Namun, harapan masyarakat sepertinya tidak dapat diwujudkan karena, Kajari Yoki Adrianus terkesan Takut dengan kekuasaan.
“Padahal sejak awal, kami menaruh harapan besar terhadap pak Yoki, tapi sepertinya pak Yoki takut dengan kekuasaan yang ada, faktanya sampai sekarang tidak ada kasus yang ditangani Kajari Taliabu. Padahal ada kasus menarik, salah satunya dugaan pemotongan Dana Dacil ini juga menarik untuk diungkap, ada juga terkait pembongkaran bangunan RSUD nilai kerugian dari bangunan tersebut kurang lebih Rp.7 miliar lebih, ini juga menarik kalau diusut,” tandasnya.
Sauti bahkan mengungkapkan kekecewaan terhadap Kajari karena saat menggelar aksi tidak bertemu dengannya, padahal ada hal – hal yang ingin disampaikan langsung ke Kajari.
“Seharusnya, waktu aksi di depan kejaksaan kemarin kami bertemu langsung dengan. Pak Kajari karena banyak kasus ingin kami sampaikan, tapi karena pak Kejari masih diluar daerah sehingga kami belum bertemu,” pungkasnya.(Red)






