
Bobong, ufuktimur.com, — Hasil penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran SD Negeri Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Maluku Utara oleh Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Pulau Taliabu belum menemukan penyebab kebakaran yang pasti.
Berdasarkan kronologis, yang disampaikan beberapa saksi yakni, JY (34) menjelaskan bahwa, Api pertama kali di ketahui dirinya yang pada saat ini duduk bersama istrinya di dalam rumah kemudian mencium bau asap seperti plastik terbakar kemudian saksi seketika keluar dari rumah dan melihat api sudah membesar keluar dari atap gedung sekolah sehingga saksi berteriak dan memukul bel meminta pertolongan masyarakat untuk memadamkan api.
“Saksi melihat api pertama berasal dari Gudang peyimpanan sekolah tepatnya pada sudut bangunan dan merambat ke arah dua ruangan kelas dengan cepat durasi kebakaran kurang lebih 1 jam 30 menit sampai api dapat di padamkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pulau Taliabu, Iptu Achmad berdasarkan keterangan Saksi.
Ia menambahkan, saksi lain berinisial AU (27) menerangkan, bahwa saat itu dirinya sedang melakukan olahraga sepak bola kemudian melihat kepulan asap hitam tebal yang berasal dari arah SD Negeri Kawalo, selanjutnya Ia berlari menuju lokasi untuk mengecek, setelah tiba di TKP dirinya melihat api dengan cepat membakar 3 ruangan kelas bangunan yang terdiri (dua ruangan kelas belajar dan satu gudang sekolah).
“Saksi lansung berteriak memanggil masyarakat untuk berkumpul dan membantu memadamkan api durasi kebakaran sekitar 1 jam 30 menit sampai api dapat di padamkan,” ungkapnya.
Lanjut Achmad, Objek merupakan merupakan bangunan dasar permanen yang telah berusia tua berukuran 24,50 x 9,50 meter terdiri dari 2 ruangan kelas belajar dan 1 ruangan yang di fungsikan sebagai gudang sekolah berisi meja, kursi dan papan tulis 1 unit tv smart board interaktif. Dalam Bangunan tersebut tidak memiliki sambungan maupun instalasi listrik dan tidak di temukan meteran listrik stop kontak ataupun kabel instalasi.
4.kondisi pintu terakhir kali di kunci akan tetapi dari beberapa jendela ada salah satu jendela yang grendel jendela yang rusak.
“Hasil pemeriksaan menunjukan tingkat kerusakan akibat kebakaran paling berat berada di dalam ruang gudang penyimpanan, sebagian besar barang yang tersimpan berupa buku, arsip, meja, kursi, dan perlengkapan sekolah lainnya telah terbakar,” tambahnya.
Ia menyebutkan, api diduga berkembang pertama kali di dalam ruang gudang penyimpanan kemudian membakar material mudah terbakar yang berada di dalamnya, selanjutnya api merambat ke bagian rangka atap dan menyebar menuju ruangan kelas belajar 1 dan ruangan kelas belajar 2 sehingga mengakibatkan kerusakan pada sebagian besar bangunan.
Berdasarkan keterangan saksi dan pola kerusakan, tingkat karbonisasi material pola rambatan api dan kondisi bangunan, area yang berada dalam gudang penyimpanan diduga sebagai area titik awal kebakaran Namun demikian, penyebab kebakaran belum dapat di pastikan hanya berdasarkan hasil olah TKP dan masih memerlukan analisis lebih lanjut terhadap barang bukti , keterangan saksi, serta apabila di perlukan bantuan pemeriksaan laboratorium forensik.
“Upaya Pemadaman api yang dilakukan Warga dengan alat seadanya karena di wilayah tersebut tidak adanya petugas pemadam kebakaran, Api berhasil dipadamkan setelah kurang lebih 1 jam 30 menit, namun bangunan sekolah sudah hangus terbakar,” terangnya. (Red)
Kesimpulan Sementara Hasil Olah TKP
- Bangunan sekolah merupakan bangunan tua
- Bangunan terdiri dari dua ruang kelas dan satu ruang gudang penyimpanan
- Bangunan tidak memiliki instalasi maupun sambungan listrik
- Api diduga berkembang pertama kali dalam gudang penyimpanan kemudian membakar material mudah terbakar yang berada di dalamnya , Selanjutnya api merambat kebagian rangka atap dan menyebar menuju ruang kelas di sebelahnya sehingga mengakibatkan kerusakan pada sebagian besar bangunan.
- Penyebab kebakaran belum dapat di simpulkan dan masih dalam proses penyelidikan.
- Kebakaran bangunan Sekolah Dasar Negeri Kawalo yang terjadi di Desa Kawalo Kecamatan Taliabu Barat Pulau Taliabu mengakibatkan bangunan tersebut hangus terbakar 100%.


