
Bobong, ufuktimur.com, — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pulau Taliabu semakin mengerikan. Ratusan hektar lahan dan ribuan tanaman warga terbakar habis.
Kondisi ini terjadi di Kecamatan Taliabu Barat Laut. Per hari ini telah memasuki hari kelima kebakaran, api terus membesar dan sulit dipadamkan lantaran akses jalan menuju lokasi kebakaran tak bisa dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran, sehingga petugas baik, pemadam kebakaran, Satpol PP, BPBD, TNI/Polri bersama masyakarat melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Selain di Kecamatan Taliabu Barat Laut, kebakaran juga terjadi di Desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara sejak Selasa malam kemarin. Api terus membesar hingga Rabu siang tadi.
Kondisi ini mengundang perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu sehingga pengerahan sumber daya dan bantuan logistik untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Taliabu Barat Laut tersebut.
Pemda mulai mengoperasikan posko dapur umum serta posko kesehatan di dekat titik lokasi bencana.
Sekretaris Daerah Dr. Yosar Kardiat, mengatakan, pemerintah daerah mulai penyaluran bantuan logistik dan fasilitas pelayanan bagi masyarakat terdampak maupun tim pemadam di lapangan.
Menyusul amukan si jago merah telah menyebar dari area perkebunan masyarakat hingga memasuki wilayah hutan dan kawasan perbukitan.
“Atas dasar pertimbangan ancaman tersebut, pemerintah daerah sepakat untuk mulai besok memfokuskan pengerahan sumber daya pemadaman ke kawasan itu,” ujar Sekda
Tak hanya itu, Guna mengendalikan pergerakan api, Pemerintah Daerah Pulau Taliabu telah menerjunkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu menuju lokasi kejadian.
Yosar juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menahan diri dari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran mengingat di tengah kondisi musim kemarau yang membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
Untuk itu, pihaknya melarang keras aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar serta mengimbau warga untuk tidak membakar sampah secara sembarangan.
“Kondisi kemarau membuat api sangat mudah menjalar. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membakar sampah sembarangan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sebelum meluas,” pintanya. (Red)


