Home Regional Banjir Rob di Desa Kabau Pantai dan Solusi Penangan dari BPBD Sula,...

Banjir Rob di Desa Kabau Pantai dan Solusi Penangan dari BPBD Sula, Berikut Penjelasan Kalak BPBD

0
9
Kalak BPBD Kepsul, Samsudin Ode Maniwi

Sanana, ufuktimur.com — Dalam kurun waktu 15 tahun terkahir di pesisir kecamatan Sulabesi Barat rentan dengan kejadian Banjir Rob. Di setiap tahun biasanya sering terjadi sampai 5-10 kali, Terjadinya banjir rob di Desa Kabau Pantai Kecamatan Sulabesi Barat.

Pantauan media ini, Banjir Rob yang sering terjadi tersebut merupakan masalah serius yang sudah berulang kali hampir di setiap bulan dan berdampak langsung pada pemukiman warga dan infrastruktur di pesisir Desa Kabau Pantai Kecamatan Sulabesi Barat Kepulauan Sula.

Kepala BPBD Kepulauan Sula H. Samsudin Ode Maniwi, Kamis (26/02/2026) menjelaskan bahwa Banjir Rob ini terjadi karena kenaikan permukaan air laut yang masuk ke daratan, sering kali diperparah oleh pasang surut ekstrem dan penurunan muka tanah.

Lanjut Samsudin, berdasarkan ​hasil analisis mengenai penyebab dan langkah penanganan yang bisa dilakukan:

​Faktor Penyebab terjadinya banjir Rob di Kabau Pantai dan ​Beberapa alasan, mengapa wilayah ini rentan terhadap Rob meliputi:

Pertama, ​Geografis: Lokasi pemukiman yang sangat dekat dengan bibir pantai dengan elevasi (ketinggian) tanah yang rendah.

Kedua, ​Cuaca Ekstrem: Angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Sula yang mendorong air laut lebih jauh ke darat.

​Strategi Penanganan (Solusi)

​Penanganan banjir rob memerlukan kombinasi antara pembangunan fisik dan kesadaran lingkungan, yakni
​Pembangunan Infrastruktur berupa
​Pembangunan Tanggul Laut , Membangun dinding beton di sepanjang garis pantai yang terdampak untuk menahan laju air pasang.

Kemudian, ​Pemasangan Pemecah Gelombang Struktur yang diletakkan agak jauh di depan pantai untuk memecahkan energi gelombang sebelum sampai ke daratan.

​Sistem Drainase dan Pompa

Memperbaiki saluran air di desa agar air yang masuk bisa segera dialirkan kembali ke laut, didukung dengan pintu air satu arah.

Adaptasi Masyarakat

​Peninggian Rumah, Mendorong warga untuk membangun rumah model panggung atau meninggikan lantai dasar rumah.

​Sistem Peringatan Dini: Penyediaan informasi cuaca dan pasang surut dari BMKG yang diteruskan secara cepat kepada warga desa melalui perangkat desa.

​Langkah yang Perlu Didorong

​Pemerintah Desa Kabau pantai perlu mengusulkan pembangunan talud atau tanggul penahan ombak yang lebih permanen melalui Musrenbang Kabupaten.

​Zonasi Wilayah: Menghindari pembangunan bangunan baru yang terlalu menjorok ke arah laut.

“Untuk banjir Rob ini , biasanya ketinggian. Air sampai di lutut orang dewasa dan dampaknya hanya bertahan paling lama sehari sesuai kondisi cuaca,” pungkasnya. (Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here