Bobong, Ufuktimur.com — Insiden terbaliknya Pick Up di tanjakan Gunung sampe pada, Minggu (8/2/2025) pagi tadi menandakan bahwa tidak adanya perhatian pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur serta memperbaiki infrastruktur fisik yang rusak seperti jalan, jembatan dan Pembangunan lainnya.
Bahkan, Bupati sendiri telah meninggalkan Taliabu sudah 7 bulan lamanya. Meski berlama – lama di Jakarta tidak membawa dampak positif terhadap kemajuan Taliabu. Kecelakaan mobil di jalan tanjakan Gunung sampe ini sudah berulang kali terjadi. Dan ini adalah kelalaian Pemda dalam hal ini Bupati dan Kadis PUPR. Pasalnya, pada di APBD Perubahan 2025 lalu, Pemda telah menganggarkan sekitar Rp.700 juta untuk melakukan perbaikan jalan tersebut. Namun, tidak dilaksanakan oleh dinas PUPR hingga akhir tahun 2025. Bahkan, anggaran tersebut dialihkan ke proyek penyebaran jalan Dusun Fangahu Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat.
Firdaus Sangaji Warga Desa Kawalo mengaku, sudah 4 kali dirinya mengalami kecelakaan di gunung tersebut. Kata dia, penyebab kecelakaan adalah kerusakan jalan. Menurut dia, jalan itu merupakan akses utama masyarakat baik dari Desa Kawalo dan Woyo maupun masyarakat dari Taliabu Selatan.
“Saya sudah 4 kali kecelakaan di gunung itu, 2 kali dengan mobil termasuk tadi pagi dan 2 kali dengan motor. Untuk masyarakat yang lain juga sudah banyak yang kecelakaan di jalan tersebut,” ujarnya.
Terkait Insiden terbaliknya Pick Up di Gunung Sampe itu langsung mendapatkan respon Bupati Sashabila Mus setelah mendapat tag oleh salah satu masyarakat Kawalo. Ia mengaku insiden ini menjadi tamparan keras buat Pemda.
“Kami langsung rapat besok pagi setelah apel, dan menjadi tamparan yang sangat – sangat besar. Mohon maaf, siap diperbaiki,” ujar Bupati Sashabila melalui tag Instagram pribadinya, Minggu (8/2/2025). (Red)






