Bobong, Ufuktimur.com — Pelaksanaan uji Kompetensi teknis untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemda Taliabu diduga dilakukan hanya formalitas dan syarat kepentingan. Betapa tidak, sebelumnya Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus menegaskan bahwa pelaksanaan Ukom JPT ini berlangsung Profesional, transparan dan akuntabel. Bahkan, Ia menekankan akan menempatkan pimpinan OPD sesuai hasil Ukom JPT dan sesuai kompetensi masing – masing.
Informasi yang dihimpun Ufuktimur.com dari sumber terpercaya mengatakan, sesuai jadwal hasil wawancara akan diumumkan pada 10 Februari 2026 secara terbuka ke publik dan pada 11 – 12 Februari akan dilakukan pelantikan. Namun, hingga 14 Februari ini belum juga diumumkan. Sumber tersebut menyebutkan bahwa, Bupati kembali menunda pengumuman pelantikan karena ada intervensi dari pihak – pihak tertentu dan tim sukses pada pemilihan lalu.
“Ia, Ibu Bupati masih tunda pengumuman dan pelantikan karena ada intervensi kuat dari oknum – oknum tertentu terkait nama – nama yang akan mengisi jabatan eselon II,” kata sumber yang enggan dipublis namanya tersebut.
Hal ini mendapat tanggapan Wakil ketua I DPRD Pulau Taliabu, Sukardinan Budaya. Sukardinan meminta Bupati agar menempatkan pimpinan OPD sesuai keilmuan dan kemampuannya. Menurut dia, agar pimpinan OPD yang baru mampu mengikuti cara kerja Bupati. Kata dia, sejak dilantik sampai saat ini, pimpinan OPD yang ada saat ini tidak mampu mengikuti cara kerjanya Bupati.
“Saya minta, Bupati untuk menempatkan pimpinan eselon dua dan tiga sesuai keilmuan dan kemampuannya masing,” pintanya.
Anggota DPRD dua periode ini menjelaskan, mengingat kondisi anggaran daerah yang sangat minim ini maka membutuhkan pimpinan OPD yang mampu berinovasi, kreatif dan menghindari sikap Hura – hura yang menghabiskan anggaran tidak tepat sasaran. Jika bupati salah menempatkan untuk menduduki jabatan baik eselon II maupun eselon III dipastikan dalam 5 tahun ini Bupati tidak dapat merealisasikan programnya.
“Jadi, ibu bupati harus menempatkan pimpinan OPD yang punya kemampuan berinovasi dan kreatif dan mampu menyesuaikan dengan cara kerja dan model Bupati kalau tidak, dengan anggaran yang ada ini kami tidak yakin bahwa 5 tahun ini Bupati bisa realisasikan program kerjanya,” tegas Bupati.
Politisi PKB ini juga meminta Bupati agar tidak terlalu banyak mendengar bisikan dari pihak yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan umum. Sebab, Taliabu sangat masih butuh pembangunan.
“Saya sarankan ke Bupati agar menghindari bisikan tim yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan umum. Karena akan merusak citra Bupati kalangan publik Taliabu,” terangnya. (Red)






