Rabu, Februari 4, 2026

Diduga Dihambat Oknum Tertentu, Minyak Tanah di Taliabu Langka

Must read

Bobong, Ufuktimur.com — warga Keluhkan kelangkaan Minyak Tanah di Pulau Taliabu. Pasalnya, hingga pertengahan pertengahan November, pasokan minyak tanah subsidi untuk Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara belum juga masuk. Kelangkaan pasokan, menyebabkan warga beberapa desa di Taliabu kesulitan mendapatkan bahan bakar yang menjadi penopang kebutuhan untuk memasak dan kebutuhan lainnya itu.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa keterlambatan ini lantaran ada pihak tertentu yang sengaja menghambat kapal yang akan mengakut BBM subsidi dari Sanana menuju Pulau Taliabu.

Salah satu sumber terpercaya media Ufuktimur.com mengaku, saat ini distributor Fichaldy Sula Star terpaksa harus mencari ganti kapal untuk mengangkut minyak tanah ke Papua Taliabu. Hal ini lantaran, kapal sebelumnya yang disewa agen sering menaikan tarif muatan minyak di kapal secara sepihak. Bahkan, mengancam pihak agen bahwa kalau tidak menyanggupi kenaikan tarif kapal maka kapal tersebut tak lagi memuat minyak tanah ke Taliabu dan akan menyewakan kapal ke perusahaan lain.

“Akhirnya agen penyalur terpaksa mencari kapal lain. Setelah mendapat kapal, diduga ada oknum – oknum tertentu yang sengaja menghambat, mulai dari kapal dilarang sandar di Pelabuhan di Waikalopa untuk mengangkut kuota minyak tanah milik Pulau Taliabu, namun setelah dikordinasikan akhirnya terselesaikan,” ujar sumber tersebut.

Sumber tersebut juga menyampaikan bahwa, kapal baru yang akan mengangkut kuota minyak tanah subsidi ke Taliabu telah lengkap dokumen kapalnya. Bahkan, berbagai rekomendasi dari Pemda Taliabu juga telah ada. Namun, oknum – oknum itu tetap saja tak kehabisan akal untuk mencekal pemuatan mitan ke Taliabu.

“Jadi masalahnya simpel saja, hanya ada oknum tertentu yang sengaja menghambat kapal untuk mengakut minyak tanah subsidi ke Taliabu,” ujarnya.

Sementara itu, Salah satu warga Dusun Fangahu, Desa Bobong, Ria, keluhkan kelangkaan minyak tanah yang terjadi akhir-akhir ini. Ia mengatakan biasanya awal-awal bulan November atau pertengahan bulan minyak tanah subsidi sudah ada di pangkalan,” katanya kepada awak media, Kamis, 20 November 2025.

“Torang (kami) baku tunggu minyak tanah masuk hingga hari ini. Torang tidak tahu apa kendalanya sehingga minyak belum juga masuk. Torang masyarakat kesulitan karena tidak ada minyak tanah,” ungkapnya

Senada dengan itu, warga Desa Talo, Febri, juga menyampaikan bahwa hingga hari ini belum ada  minyak tanah yang masuk di pangkalan Desa Talo. “Biasanya kalau begini-begini sudah ada informasi minyak tanah sudah mau masuk di pangkalan. Namun hingga sekarang belum juga masuk,” ungkapnya

Ia mengungkapkan kelangkaan minyak tanah sangat berdampak padanya. Karena, katanya, minyak tanah adalah bahan bakar untuk memasak tiap hari. “Warga kesulitan kalau tidak ada minyak tanah. Apalagi torang yang memasak menggunakan kompor, yang sudah tentu bahan bakarnya minyak tanah,”ungkapnya

Manager perusahaan ageng minyak tanah PT. Fichaldy Sula Star La Ode Naul kepada kepada media ini mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini minyak tanah subsidi jatah untuk Kabupaten Pulau Taliabu sudah masuk.

“Ada kendala sedikit soal kapal angkutan minyak tanah. Namun sudah beres. Sekarang ini sudah ada rekomendasi angkutan minyak tanah yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dari Fuel terminal Sanana di Sanana ke pangkalan minyak tanah di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu,” kata Naul

Ia menegaskan bahwa segera mungkin kapal pengangkut minyak tanah subsidi untuk jatah Taliabu akan masuk, agar kelangkaan minyak tanah tidak terjadi. “Kapal yang mengangkut minyak tanah ke Kabupaten Pulau Taliabu sudah ada, dan dipastikan tidak bermasalah. Semuanya sesuai prosedur. Dan di bulan November 2025 ini minyak sudah masuk,”tegasnya. (Red)

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
Iklan Bawah
- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article