Bobong, ufuktimur.com — Hampir setahun memimpin Kabupaten Pulau Taliabu, belum sejengkal pun jalan di Pulau Taliabu diaspal.
Padahal jalan rusak di Pulau Taliabu sangat banyak terutama jalan dalam kota Bobong. Amatan media ini, jalan dalam kota baik di Bobong maupun di Desa Wayo dipenuhi jalan berlubang. Jika kondisi dalam kota saja dibiarkan apalagi jalan penghubung antara kecamatan maupun Desa. Saat ini jalan dalam kota Bobong hampir sebagian besar rusak namun hal ini dibiarkan begitu saja oleh Dinas PUPR. Mirisnya, mala membiarkan masyarakat yang melakukan tambal menggunakan semen. Hal ini mestinya menjadi perhatian serius bupati, jika alasan minim anggaran sementara bupati sendiri paling banyak menghabiskan anggaran.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran ufuktimur.com, sejak dilantik pada 26 Mei 2025 lalu, hanya beberapa pekerjaan fisik yang jalan, diantaranya, Jembatan Fangahu, pembukaan jalan Nggele – Langganu, pemeliharaan jalan tersebar Dusun Fangahu, Pembangunan tanggul Penahan ombak Desa Kasango dan beberapa gorong – gorong. Untuk proyek jembatan Fangahu, walaupun pekerjaan sudah 100 persen namun Pemda baru membayar 60 persen dari nilai anggaran Rp.3,5 miliar sementara 40 persen masih digantung oleh Dinas PUPR.
Untuk program Nasional yang masuk ke Taliabu terdapat tiga, diantaranya Pembangunan RSUD Bobong, Jembatan Beringin Kasango dan Program Indonesia Terang. Untuk tiga program ini, pertama, Pembangunan RSUD Bobong masih di masa pemerintahan Aliong Mus kemudian dilanjutkan oleh Bupati Sashabila Mus dengan memindahkan lokasi dari Desa Ratahaya ke Alun – akun kota Bobong.
Sementara, Jembatan Kasango – Beringin yang masih dalam tahap pekerjaan saat ini, bagian dari Perjuangan Anggota DPR RI Fraksi PDI -Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri. Sementara, program Indonesia terang yang disaat ini dikenal dengan program Taliabu Terang juga bukan murni perjuangan Bupati Sashabila Mus namun ada keterlibatan pihak lain seperti anggota Deprov Dapil Sula Taliabu, Mislan Syarif.
Terkait minimnya program yang direalisasikan menjelang satu tahun pemerintahan Sashabila Widya L Mus dan La Ode Yasir ini mendapat sorotan Praktisi hukum, Sarly Bantu. Dia mengatakan, seharusnya dalam satu tahun ini, Bupati Fokus untuk membangun Taliabu. Kata dia, jika dalam setahun sejengkalpun jalam tidak teraspal maka itu sama dengan satu tahun ini Bupati gagal. Apalagi, banyak program Pemda hanya numpang saja.
“Paling tidak jalan dalam kota Bobong ini sudah mulai bagus, namun faktanya hingga saat ini, jalan dalam kota masih dipenuhi lubang,” ujarnya.
Dia menyarankan, agar Bupati kurangi jalan – jalan yang hanya menghabiskan anggaran daerah. Menurutnya, daripada menghabiskan anggaran untuk Perjadin ke Jakarta lebih baik sebagian anggaran dialihkan untuk pembangunan jalan dalam kota Bobong itu lebih bermanfaat, apalagi ditengah efesiensi anggaran ini.
“Kalau alasan ke Jakarta untuk agenda keluarga mendingan ajak keluarga ke Taliabu saja agar sebagian anggaran perjalanan itu digunakan untuk kegiatan lain yang berdampak langsung kepada daerah ini,” sarannya.
Sementara itu, Koordinator Fron Peduli Taliabu, Lifinus Setu menyoroti terkait dengan pembangunan swadaya seperti beberapa jembatan yang baru – baru ini dibangun oleh masyarakat. Menurutnya, hal ini merupakan tamparan keras buat Pemda. Sebab, pekerjaan itu mestinya dikerjakan oleh Pemda namun mala dibangun oleh masyarakat.
“Pemda mestinya merasa malu, karena banyak tanggungjawab yang diambil alih oleh masyarakat,” ujarnya. (Red)





