Bobong, Ufuktimur.com — Sejak dilantik menjadi Bupati pada 26 Mei 2025 lalu, Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus terhitung belum 10 kali berkantor di Pulau Taliabu. Tak hanya itu, pembangunan di Pulau Taliabu pun belum menunjukan progres kemajuan. Padahal, kalau dilihat semestinya bupati Pulau Taliabu fokus untuk bangun Taliabu ketimbang tinggal di Jakarta berbulan – bulan.
Terhitung hingga memasuki awal februari 2026 ini, Bupati Pulau Sashabila Mus meninggalkan Kabupaten Pulau Taliabu sudah 6 Bulan lebih. Karena 4 Bulan lebih Bupati berada di Jakarta tanpa alasan dan sebulan lebih dia menjalani cuti karena melahirkan. Saat ini, Bupati kembali aktif. Ini tercatat sejak tanggal 15 Januari menghadiri Rapat Koordinasi di Kementerian dalam negeri. Meski telah aktif bupati belum juga kembali ke Taliabu.
Menghilangnya bupati selama 6 ini tidak membawa dampak nyata terhadap pembangunan di Taliabu. Bagaimana tidak, hingga tahun 2026 ini, belum terlihat jelas Pembangunan apa saja yang sedang dilaksanakan. Amatan media ini, di tahun 2025 lalu hanya beberapa kegiatan fisik yang berjalan yaitu, Proyek pembukaan badan dan penimbunan jalan Nggele – Langganu, proyek pembangunan jembatan Fangahu dan proyek penyebaran jalan dusun Fangahu desa Bobong. Selain itu, hanya terlihat kegiatan seremoni yang ditampilkan oleh Pemda Taliabu.
Koordinator Fron Pemuda Taliabu, Lifinus Setu kepada media ini mengatakan, bupati semestinya sudah kembali ke Taliabu setelah aktif kembali. Menurut dia, selama bupati berada di jakarta tidak membawa hasil positif untuk pembangunan Pulau Taliabu.
“Kalau kita amati lewat, media sosial milik bupati baik tiktok maupun Instagram pribadinya, bupati hanya menampilkan pencitraan dengan memposting kembali kegiatan seremonial yang dilaksanakan pimpinan OPD Taliabu,” ujarnya.
Lifinus juga menanggapi pernyataan Plt. Kadis Kominfo, Darmanto bahwa keberadaan bupati di jakarta bukan tanpa alasan namun melakukan kordinasi di sejumlah kementerian untuk memastikan program strategis daerah masuk dalam program strategis nasional. Bahkan, keberadaan bupati Taliabu di jakarta untuk membawa perubahan di Taliabu. Pernyataan tersebut tidak membuktikan kondisi rill di lapangan.
“Pernyataan kadis Kominfo ini kan hanya untuk menutupi kesalahan bupati selama berbulan – bulan di Jakarta. Untuk menghindari sorotan publik saja. Bahkan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Taliabu saat ini,” tegasnya.
Dia menyarankan sebaiknya Kadis kominfo menyampaikan kondisi rill di lapangan saja, yang tidak ada tidak perlu disampaikan karena, masyarakat Taliabu juga tahu kalau bupati memang tidak nyaman tinggal di Taliabu. Bayangkan saja, sejak dilantik pada 26 Mei 2025 lalu sampai saat ini tidak ada kemajuan sama sekali di daerah ini. Bahkan, yang nyata saja di depan mata seperti kerusakan jalan dalam kota saja dibiarkan begitu saja hingga saat ini.
“Jadi informasi keberadaan Bupati di Jakarta sebagaimana yang disampaikan kadis Kominfo itu, hanya mengada – ada saja. Jadi kami minta untuk sampaikan kondisi rill saja,” tutupnya. (Red)



