Bobong, Ufuktimur.com — Akses jalan di Gunung Sampe, Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, rusak parah pasca hujan beberapa hari ini. Kondisi ini semakin menyulitkan kendaraan yang lewat, baik kendaraan roda dua apalagi roda empat saat melintas jalan tersebut.
Amatan media ini, kondisi kiri dan kanan jalan penuh dengan lubang. Batu timbunan pun sudah berhamburan sehingga menyulitkan kendaraan yang lewat, dan mudah kecelakaan.
Padahal, jalan ini merupakan jalur utama bagi warga dari dua desa tersebut serta masyarakat dari tiga kecamatan di wilayah selatan Pulau Taliabu, yakni Kecamatan Taliabu Selatan, Kecamatan Tabona, dan Kecamatan Taliabu Timur Selatan, dalam melakukan aktivitas jual beli ke Bobong, ibu kota kabupaten. Sebelumnya juga telah dijanjikan oleh Kadis PUPR untuk segera diperbaiki. Namun hingga saat ini, jalan itu makin rusak dan tak ada perbaikan dari PUPR.
Kerusakan jalan ini dikeluhkan warga yang melintas setiap hari. Mereka menyebut, kondisi jalan yang penuh lubang dan bebatuan ini menyulitkan pengendara, terutama mobil saat membawa beban berat menuju Bobong.
Salah satu warga Desa Kawalo, Wan mengaku sangat kesulitan saat melintasi jalan tersebut menggunakan mobil, apalagi saat membawa beban berat. Kata dia, tak hanya mobil yang kesulitan namun motor juga. Karena, jalan dipenuhi lubang dan batu yang berhamburan.
“Kondisinya jalan rusak parah, berlubang, penuh dengan batu. Sangat membahayakan kalau melewati jalan tersebut,” keluhnya, Kamis (20/11/2025)
Ia mengaku, beberapa hari terakhir ini warga yang berpergian ke Bobong menggunakan motor terpaksa harus dorong , baik naik maupun turun.
“Kalau pergi sendiri sangat kesulitan karena tidak ada yang membantu untuk dorong motor,” keluhnya.
Warga lainnya, Udin, menyebutkan kerusakan jalan tersebut sangat rentan terjadi kecelakaan jika tidak segera diperbaiki. Apalagi, aktifitas warga berjalan terus hampir setiap hari. Lanjut dia, walaupun sebelumnya sempat diperbaiki oleh anggota polres namun mereka hanya menggunakan alat seadanya sehingga kembali rusak saat hujan.
“Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Baik itu motor maupun mobil. Jalan yang tambah rusak parah itu kalau tidak segera diperbaiki, kendaraan bisa jadi tak bisa lewat lagi. Aktivitas masyarakat menuju ibu kota bisa terhambat total,” katanya.
Ia menayangkan sikap pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, dalam hal ini dinas PUPR. Karena, sebelumnya telah berjanji dihadapan masyarakat kawalo dan Woyo bahwa segera diperbaiki, tapi sampai saat ini tidak ada. Selain itu, Kadis PUPR juga berjanji akan segera memobilisasi alat berat ke lokasi untuk perbaikan jalan tersebut. Tapi ternyata hanya bohong.
“Padahal beberapa bulan lalu, kadis PU sudah janji di masyarakat bahwa segera perbaiki tapi hanya ternyata itu, “Bafoya” torang (kami) baca dibeberapa media, Kadis PU bilang akan segera mobilisasi alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun hingga sekarang belum perbaiki. Jadi pemerintah itu jangan tipu-tipu masyarakat dengan apa yang menjadi hak masyarakat untuk menikmati, dalam hal ini jalan yang layak,”katanya.
Apalagi, lanjut dia, jalan tersebut bukan hanya merupakan akses utama warga Desa Kawalo dan Woyo, tapi juga dari wilayah selatan Pulau Taliabu. “Ini jalur utama masyarakat. Kalau rusak begini, aktivitas warga sangat terganggu,” tambahnya.
Warga pun meminta perhatian serius dari pemerintah daerah agar segera memperbaiki jalan yang tambah rusak parah itu. “Kami khawatir ini bisa berujung pada musibah. Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena kelalaian pemerintah,” tegas seorang warga lainnya.
Sementara itu, Plt. Kadis PUPR, Endro Sudarmono dikonfirmasi melalui pesan whatsApp tidak merespon. (Red)






