Rabu, Februari 4, 2026

Kasus Bullying Kembali Terjadi di SMA Negeri 7 Pulau Taliabu, Kepsek : Kedua Siswi Sudah Berdamai

Must read

Bobong, Ufuktimur.com– Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Pulau Taliabu kembali berulah. Kali ini, kasus Bullying antara siswa ditunjukan di depan Publik melalui sebuah vidio yang beredar luas.

Vidio berdurasi 30 detik tersebut memperlihatkan seorang siswi berseragam SMA melakukan penganiayaan terhadap salah satu siswi di sekolah yang sama, sementara teman siswa tersebut merekam peristiwa itu dan berteriak “Bantai dia”.

Kepala Sekolah Iksan Landuma, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula dari percakapan di grup WhatsApp kelas pada Sabtu, 4 Oktober 2025, antara pelaku dan korban.

Menurutnya, pelaku awalnya mengirim pesan meminta izin tidak masuk sekolah karena sakit. Namun, korban menanggapi dengan keberatan karena pelaku dianggap sering absen dan membuat daftar hadir menjadi tidak rapi pada data kehadiran kelas.

Pernyataan korban tersebut memicu emosi pelaku hingga menantang korban untuk berkelahi pada Senin, 6 Oktober 2025. Tantangan itu berujung pada pertemuan seusai jam pelajaran di luar lingkungan sekolah, yang kemudian berakhir dengan tindakan pemukulan terhadap korban.

“Perkelahian itu terjadi di luar lingkungan sekolah setelah jam pulang,” ungkap Iksan, Kamis (9/10/2025)

Iksan mengaku, laporan baru diterima pihak sekolah pada Selasa, 7 Oktober 2025, dan segera dilakukan klarifikasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.

kata Iksan, telah melakukan interogasi terhadap pelaku, korban, penyebar video, serta sejumlah siswi lain yang diduga ikut memprovokasi dan menghasut. Langkah ini dilakukan guna memastikan fakta dan kronologi kejadian secara berimbang.

Lebih lanjut, Iksan menuturkan bahwa saat kejadian dirinya belum berada di tempat karena baru tiba di Taliabu usai mengikuti kegiatan di luar daerah.

“Saya baru tiba di Taliabu setelah tugas dinas luar,” jelasnya.

Meski begitu, sambung Iksan, peristiwa tersebut telah diselesaikan oleh pihak sekolah. Kedua siswa sudah saling meminta maaf satu sama lain. Meski begitu, dirinya mengkhawatirkan peristiwa tersebut kembali terjadi diluar sekolah tanpa sepengetahuannya.

“Pihak sekolah sudah mendamaikan keduanya, sudah saling memaafkan satu sama lain,” tutupnya.(Red)

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
Iklan Bawah
- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article