Bobong, ufuktimur.com — Kunjungan Direktur Jendral Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) ternyata bukan untuk memantau dan melihat kondisi Infrastruktur jalan, jembatan Likitobi maupun lokasi bandara Taliabu. Namun, kunjungan Dirjen di Pulau Taliabu ini difokuskan ke Sekolah dalam rangka untuk melihat pemahaman wawasan kebangsaan anak – anak sekolah terhadap kebijakan pangan.
Itu artinya bahwa agenda yang telah diatur pemerintah daerah bahwa, Dirjen akan berkunjung dan melihat kondisi jalan di wilayah Taliabu Selatan, Jalan di Tanjakan Gunung Sampe dan lokasi bandara Bobong memang sengaja diatur untuk mengelabuhi masyarakat Taliabu terkait 7 bulan Keberadaan Bupati di Jakarta. Betapa tidak, sesuai tugas dan fungsi dirjen Polpum tidak bersentuhan sama sekali dengan pembangunan Infrastruktur fisik seperti jalan maupun jembatan.
Hal ini seperti yang dijelaskan Dirjen Polpum, Akmal Malik saat ditemui Ufuktimur.com di halaman Rumah Jabatan Bupati, Kamis (26/2/2025) malam kemarin.
Menurut Akmal, kunjungan tersebut untuk melihat kemampuan wawasan kebangsaan anak – anak sekolah terhadap kebijakan pangan.
“Dan kita tadi lihat kebijakan – kebijakan pemerintah Taliabu dalam mendukung program pemerintah pusat, Saya mengapresiasi pemerintah Taliabu dalam mendorong masyarakat untuk menyiapkan kebutuhan – kebutuhan bahan – bahan untuk MBG,” ujarnya Akmal Malik kepada wartawan.
Mantan Dirjen Otda ini juga menyampaikan bahwa dirinya juga ikut membawa beberapa konsultan untuk mendorong pertanian yang tidak berbasis tanah. Karena, anak muda saat ini sudah mulai turun spiritnya untuk menanam di tanah. Karena itu, pihaknya sedang mendorong pertanian yang berbasis Smart Farming.
“Kenapa saya bawa tadi dari ITB dua orang dan dari Jogja juga untuk memperkenalkan teknologi baru sehingga kedepan wawasan kebangsaan anak – anak kita ini lebih berkembang sehingga mereka tidak hidup di Taliabu saja, bisa juga hidup di Jawa bahkan di luar negeri yang Teknologinya lebih maju,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya lebih memperkenalkan teknologi pertanian dan ketahanan pangan sebagai salah satu bentuk pengembangan wawasan kebangsaan.
“Jadi kita lebih memperkenalkan teknologi pertanian dan ketahanan pangan untuk pengembangan wawasan kebangsaan kedepan,” tutupnya. (Red)



