Rabu, Februari 4, 2026

Khawatir Masjid Longsor, Warga Dua Desa Bantu Tim BPBD Percepat Pembangunan Tanggul dan Jembatan Darurat

Must read

Sanana, Ufuktimur.com — Warga Desa Bega dan Manaf Kecamatan Sulabesi Tengah, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, membangun tanggul penahan Air di Desa Bega.

Hal ini sebagai respon cepat Pemerintah Daerah (Pemda) Sula untuk mengantisipasi banjir susulan yang berdampak terhadap Masjid Desa Bega. Pasalnya, pada banjir sebelumnya yang menyebabkan Jembatan Bega ambruk dan tanggul jebol sangat berdekatan dengan Masjid, jarak antara masjid dan tanggul yang ambruk hanya berkisar 1 meter lebih sehingga membuat warga panik kemudian bersama – sama membantu tim BPBD membangun tanggul tersebut.

Tak hanya orang tua, melainkan pemuda dan para SMP dan SMA pun ikut membantu mengaduk semen. Sebagiannya lagi membatu mengangkat batu dan pasir.

Plt. Kalak BPBD Sula Samsudin Ode Maniwi, menuturkan meski diperhadapkan dengan Efesiensi anggaran namun karena kebutuhan masyarakat, pihaknya harus memutar otak membangun tanggul penahan air sepanjang 30 meter yang jebol dilanda banjir beberapa waktu lalu.

“Saat banjir pada 7 Oktober 2025 lalu tidak hanya jembatan yang rusak namun terjadi longsor yang mengakibatkan tanggul penahan air jebol. jadi kami bangun kembali karena tanggul itu juga sebagai pelindung Mesjid Bega yang saat ini terancam,” jelasnya.

Samsudin menyebutkan, Pekerjaan tanggul penahan Air itu ditargetkan rampung satu pekan depan. Mantan Kaban Bappeda Pulau Taliabu ini juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat kedua desa yang ikut membantu pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD untuk pembangunan tanggul di Desa Bega.

“Saat ini matrial sudah di lokasi, pekerjaan pun sudah mulai di lakukan, kami targetkan rampung dalam pekan ini. Atas nama pemerintah daerah kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang antusias membantu kami tim kami di lapangan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Bega, Darwin Fatmona, kepada wartawan menyampaikan, selain jembatan darurat warga juga membantu BPBD membangun Tanggu penahan air.

“Intinya saya bersama warga membantu Pemda Sula, dan Alhamdulillah respon masyarakat Desa Bega cukup baik, mulai dari awal banjir yang merobohkan jembatan Wai Bega hingga hari ini pekerjaan tanggul penahan Air,”singkatnya. (red)

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
Iklan Bawah
- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article