Sanana, Ufuktimur.com — Tim Survei dari Kementerian Keluatan dan Perikanan (KPP) Resmi mengunjungi Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Kabau Pantai, Kecamatan Sulabesi Barat, Selasa (4/11/2025)
Tim Survey yang yang dipimpin Cornelia dari Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Keluatan dan Perikanan (BPPSDM KKP) ini meninjau langsung calon lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)
Cornelia yang ditemui mengatakan bahwa, pihaknya telah meninjau langsung calon lokasi di Desa Kabau Pantai. Kata dia, dari tinjauan tersebut terdapat beberapa variabel yang akan menjadi penilaian tim.
“Jadi kalau lihat sekilas dari hasil meninjau tadi, akan kami diskusikan dengan tim tapi diskusinya belum bersifat keputusan. Namun kalau dilihat dari potensi atau dari kesesuaian lahan tidak ada yang masalah kemudian luasan lahan sudah sesuai, begitu juga dengan antusias masyarakat, tapi kami juga belum lihat dokumen yang disampaikan pak kades karena dokumen tersebut akan kami cek satu per satu,” ujar Cornelia kepada Ufuktimur.com.
Menurutnya, dari tinjauan yang dilakukan masih ada kendala salah satunya soal akses transportasi darat. Karena salah satu yang menjadi penilaian dan akan dipertimbangkan yaitu mengenai Akses. tidak hanya dilihat dari kesuain lahan. Kenapa akses itu penting agar Kampung Nelayan Merah Putih yang ditetapkan nanti dapat dikunjungi masyarakat dari berbagai Desa dan tidak hanya lewat laut tapi juga bisa lewat darat.
“Salah satu yang akan menjadi pertimbangan dalam penilaian nanti yaitu terkait akses, bukan hanya akses laut tapi darat juga, tujuannya agar masyarakat dari desa yang lain juga bisa berkunjung dengan mudah melalui akses darat,” terangnya.
Dia menyebutkan, di tahun 2025 terdapat 100 lokasi yang akan ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Dari 100 itu 65 sudah ditetapkan tersisa 35. Untuk Maluku Utara terdapat dua Kabupaten Kota diusulkan, yakni Kota Tidore dan Kabupaten Kepulauan Sula. Di Kabupaten Kepulauan Sula ada 4 lokasi yang diusulkan oleh dinas diantaranya, Desa Bajo, Desa Kabau Pantai, Desa Falabisahaya dan Desa Lelyaba.
“Dari 4 Desa tersebut yang sudah disurvey baru dua Desa yaitu, Desa Bajo dan Desa Kabau Pantai, Insa Allah besok (hari ini, red) kami akan lanjut ke dua desa yang belum disurvey,” tambahnya.
Lebih Lanjut, Cornelia menjelaskan, dari hasil survei ini akan dikumpulkan kemudian dipaparkan, setelah itu baru diputuskan oleh pimpinan.
“Kami akan sampaikan sesuai dengan instrumen yang kami susun, tentu banyak variabel yang akan menjadi penilaian dan kami tidak punya hak prerogatif untuk memutuskan itu,” tutupnya. (Red)






