Bobong, ufuktimur.com — Warga Desa Kawalo dan Woyo Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu terpaksa harus turun tangan memperbaiki kerusakan jalan tanjakan Gunung Sampe, Jumat, (8/5/2025).
Aksi masyarakat dua desa ini lantaran melihat kondisi jalan tersebut rusak parah sehingga membuat aktifitas kendaraan roda dua dalam berapa hari terakhir ini jadi terhenti karena tak bisa naik ke tanjakan Gunung. Perbaikan tersebut juga menggunakan peralatan seadanya, yaitu, cangkul, sekop dan linggis.
Nadi salah satu warga yang terlibat dalam aksi sosial tersebut mengatakan, langkah yang diambil warga ini merupakan insiatif warga sendiri. Kata dia, selain untuk memperlancar akses masyarakat juga menghindari kecelakaan seperti sebelumnya. Karena itu, warga berinisiatif bergotong royong lakukan perbaikan gunakan alat seadanya.
“Ini warga yang berinisiatif, karena dalam berapa hari ini kendaraan roda empat yang sering digunakan masyarakat untuk berbelanja di Bobong sudah tak bisa lagi naik ke gunung karena jalannya rusak parah,” ujarnya.
Nal, warga lainnya juga menyampaikan hal yang sama, dia mengatakan, perbaikan ini merupakan kedua kalinya setelah diperbaiki oleh dinas PUPR berapa bulan lalu. Menurutnya, masyarakat kedua desa tak mau lagi terjadi kecelakaan seperti sebelumnya. Karena itu, meski menggunakan peralatan seadanya warga tatap harus turun tangan.
“Kalau mau tunggu pemda yang perbaiki kan lama, daripada makan korban lagi mendingan kita ambil inisiatif untuk perbaiki saja,” katanya.
Untuk diketahui, di APBD tahun 2026 ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp.400 juta untuk perbaikan jalan tanjakan Gunung Sampe (Katingan) Namun, sampai saat ini belum juga ditenderkan. (Red)



