Home Hukum dan Kriminal Seorang IRT di Pulau Taliabu Meninggal di Terkam Ular Piton, Begini Kronologisnya

Seorang IRT di Pulau Taliabu Meninggal di Terkam Ular Piton, Begini Kronologisnya

0
11
Seorang IRT di Pulau Taliabu meninggal karena di terkam ular piton

Bobong, ufuktimur.com — Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Maluku Utara ditemukan tak bernyawa oleh suaminya bernama Beni di hutan. Selasa, (9/6/2026).

Informasi yang dihimpun, IRT yang bernama Elisabet meninggal karena diterkam ular dibagian kepala saat pergi memindahkan sapi miliknya di kebun sekira pukul 15.00 WIT.

Neldi salah satu warga Desa Ratahaya dikonfirmasi menjelaskan kronologi singkat tentang peristiwa naas tersebut. Kata Neldi, sekira pukul 15.00 WIT, Elizabet (korban) pergi ke hutan untuk memindahkan sapi miliknya. Saat itu, suaminya Beni sedang tertidur di rumah miliknya di Desa Ratahaya. Saat bangun tidur, Beni menanyakan kepada anak – anaknya, apakah ibunya sudah kembali atau belum? Jawab anaknya, bahwa ibunya belum pulang. Mendengar jawaban dari anaknya, Beni pun menyusul istrinya ke hutan.

Saat tiba di tempat diikat sapi miliknya tidak, Beni tak menemukan istrinya Elisabet. Karena waktu sudah mulai gelap, Beni lalu kembali ke rumah untuk mengambil senter dan parang sekaligus mengajak anak – anaknya kemudian kembali lagi ke hutan dan mencari istrinya. Saat tiba di Tempat Kejadian, Beni terlebih dahulu, menemukan payung milik istrinya, Ia kemudian memindahkan payung tersebut ke depan jalan raya. Setelah itu, dia kembali lagi ke hutan dan menemukan istrinya sudah tidak bernyawa karena diterkam Ular. Saat itu, posisi kepala istrinya masih melekat di mulut ular.

“Saat ketemu istrinya dalam kondisi tidak bernyawa karena diterkam Ular, Om Beni langsung angkat badan ular dan menebasnya menggunakan parang, lalu ularnya langsung melepas kepala istrinya dari mulut,” kisahnya.

Lanjut Neldi, tak lama kemudian, Beni menelpon dirinya meminta bantuan untuk menyampaikan kepada masyarakat setempat agar datang membantunya di TKP, setelah mendengar informasi itu, masyarakat setempat langsung bergegas menuju TKP untuk membatu mengevakuasi korban.

“Kami bersama masyarakat langsung menuju ke TKP, saat kami tiba di TKP, ularnya sudah mati dibunuh om Beni, Ibu Elizabet juga sudah meninggal dunia, jadi kami langsung bantu evakuasi korban ke rumahnya di Desa ratahaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana pada Rabu, (10/6/2026) sore ini akan dimakamkan di Desa Ratahaya, Pulau Taliabu.

“Rencana sebentar sore baru dimakamkan di desa ratahaya,” tutupnya. (Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here