Bobong, ufuktimur.com, – Permohonan Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu untuk menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai mendapat persetujuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Nasional. Permohonan yang disampaikan Pemda melalui BPBD yaitu, bantuan armada helikopter untuk mendukung pemadaman kebakaran di wilayah terdampak Karhutlah di Pulau Taliabu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Taliabu, Dr. Yosar Kardiat mengatakan, Persetujuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan karhutla, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Ia menjelaskan, persetujuan bantuan helikopter tersebut diketahui melalui koordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Febhy, yang telah berkomunikasi dengan Rasyid terkait permohonan bantuan tersebut.
Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melakukan kajian teknis untuk memastikan rute penerbangan serta menentukan bandara terdekat yang dapat mendukung operasional helikopter pemadaman.
“Alhamdulillah, permintaan bantuan helikopter telah disetujui. Saya telah mengarahkan agar dikaji dan dipersiapkan rute penerbangan melalui bandara perintis yang memungkinkan untuk mendukung kesiapan operasional helikopter,” demikian penjelasan Sekda Yosar.
Menurutnya, penentuan rute penerbangan dan lokasi pendaratan menjadi bagian penting dalam memastikan dukungan udara tersebut dapat beroperasi secara efektif di wilayah Pulau Taliabu.
Dukungan helikopter ini diharapkan dapat memperkuat langkah penanganan karhutla yang saat ini membutuhkan koordinasi lintas sektor, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.
Pemkab Pulau Taliabu terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempersiapkan kebutuhan operasional agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal setelah seluruh kesiapan teknis terpenuhi.
Pemerintah daerah juga berharap dukungan ini dapat membantu mempercepat penanganan titik-titik kebakaran, mengurangi risiko meluasnya api, serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak karhutla.
Meski permohonan bantuan helikopter telah disetujui, pelaksanaan operasionalnya masih menunggu penyelesaian kajian rute penerbangan dan kesiapan teknis dari pihak terkait. (Red)





