Kamis, Oktober 15, 2026

Update Dampak Karhutla Per 14 Oktober 2026, Begini Jumlah Tanaman dan Luas Lahan Terdampak

Must read

Bobong, ufuktimur.com, — Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pulau Taliabu menghanguskan puluhan ribu tanaman dan ratusan hektar lahan. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari satgas tanggap darurat Karhutla per 14 Oktober 2026 mencatat, 21,318 pohon tanaman yang terdampak dengan luas lahan yang terdata sebanyak 258,28 hektar dan lahan patokan seluas 387,50 hektar. 

Data tersebut tersebar di 3 Kecamatan 8 Desa, yakni, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Desa Nggele, Salati, Onemai sementara Kecamatan Lede, Desa Todoli dan Kecamatan Taliabu Utara, Desa Ufung, Padang, Nunu dan Desa Tikong. 

Sekretaris Daerah, Dr. Yosar Kardiat menyebutkan, berdasarkan laporan dari posko Komando Darurat Karhutla per tanggal 9-15  Oktober 2026 kemudian diperbaharui pertanggal 14 Oktober, tercatat 21,318 pohon terdampak dengan luas 258,28 hektar lahan terdata dan 387,50 hektar lahan patokan. Data ini sebagaiman tercantum dalam rekapitulasi posko.

“Ada 8 desa yang tersebar di 3 Kecamatan yang terdampak langsung, yaitu Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kecamatan Lede dan Kecamatan Taliabu Utara,” kata Yosar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (15/10/2026)

Yosar mengatakan, 8 desa yang terdampak tersebut diantaranya, Desa Salati 4.298 pohon dengan luas lahan terdata, 50,30 hektar, sementara lahan patokan seluas 85,87 hektar. Sedangkan, Desa Onemai jumlah tanaman yang terdampak sebanyak 5.291 pohon dengan luas lahan terdata 58,01 hektar dan lahan patokan seluas 105,82 hektar. Sementara itu, untuk desa Nggele jumlah tanaman yang terdampak sebanyak  3,436 pohon, luas lahan terdata 38,81 hektar, lahan patokan seluas 56,79 hektar. 

“Untuk Desa Todoli Kecamatan Lede, jumlah tanaman terdampak sebanyak 1,973 pohon dengan luas lahan terdata, 11,26 hektar dan lahan patokan 32,06 hektar,” ujarnya. 

Ia menambahkan, jumlah tanaman yang terdampak Karhutla di Desa Ufung sebanyak 2,932 pohon, luas lahan terdata 19,40 hektar dan lahan patokan 58,64 hektar. Dampak yang sama juga dialami Desa Nunu dengan jumlah tanaman terdampak sebanyak 977 pohon, luas lahan terdata 4,40 hektar, lahan patokan seluas 19,54 hektar. Tak hanya itu, kerugian yang sama juga dialami masyakarat Desa Padang. Kata dia, di Desa Padang tanaman yang terdampak sebanyak 1,385 pohon, luas lahan terdata 64,30 hektar dan lahan patokan 8,24 hektar.

“Sementara di Desa Tikong, jumlah tanaman yang terdampak 1.027 pohon dengan lahan terdata 11,80 hektar dan lahan patokan 20.54 hektar,” tambahnya. 

Disentil terkait dengan status tanggap darurat yang sudah memasuki hari terakhir ini apakah akan diperpanjang atau dialihkan ke transisi pemulihan, Purna praja ini menjelaskan, terdapat beberapa indikator yang harus dipenuhi, pertama BPBD sebagai komando operasional bersama perangkat daerah lainnya bersama – sama melakukan kaji cepat untuk membantu pemerintah daerah melegalkan apa yang menjadi keputusan pemerintah daerah.

“Jadi kaji cepat itu terdiri dari komponen – komponen atau laporan yang berikan masing – masing posko untuk menjadi dasar pemerintah daerah mengambil keputusan,” pungkasnya. (Red)

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article