Bobong, ufuktimur.com, — Ribuan pohon Kelapa milik Masyarakat di bagian Taliabu Selatan hingga ke Taliabu Barat terancam mati terserang Hama Sexava. Serangan hama tersebut sudah berlangsung dalam berapa bulan terakhir sehingga membuat masyarakat meras was – was. Pasalnya, masyarakat selama ini menggantung hidup melalaui di tanaman tanaman tersebut.
Meski begitu, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terkesan cuek terhadap kondisi tersebut. Padahal, kelapa merupakan sumber penghasilan utama masyarakat di Pulau Taliabu terutama di bagian Taliabu Timur Selatan hingga ke Taliabu Barat.
Warga juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan agar memberi perhatian serius terhadap serangan hama tersebut. Pasalnya, jika dibiarkan begitu saja maka akan membuat tanaman kelapa dan lainnya jadi mati.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pulau Taliabu, Atma dikonfirmasi mengaku telah mengatahui Fenomen tersebut. Namun, pihaknya tidak dapat berbuat apa – apa. Karena tidak ada anggaran untuk pembasmian hama Sexeva.
“Di APBD murni tahun 2026, tidak ada anggaran untuk pembasmian hama yang menengancam tanaman masyarakat itu,” ujarnya.
Lanjut Atma, dirinya telah mengusulkan anggaran di APBD Perubahan tahun 2026. Bahkan, Ia mengaku telah membicarakan personalan ini dengan DPRD agar anggarannya diakomdir di anggaran APBD – P 2026.
“Insa Allah di APBD Perubahan sudah disahkan maka kami langsung bergerak ke lapangan untuk lakukan pembasmian hama Sexeva,” tergasnya.
Ia menyebutkan, masyarakat pesisir Taliabu Selatan mulai dari Waikoka hingga ke Taliabu Barat adalah penghasil utama Kelapa. Sehingga, kalau dibiarkan maka akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Mulai dari Taliabu Timur Selatan, Taliabu, Selatan, Tabona hingga ke Taliabu Barat adalah penghasil kelapa, jadi kalau dibiarkan hama ini terus menyerang tanaman masyakarat maka sangat merugikan masyakarat,” pungkasnya. (Red)



