Home Regional Update Terbaru, Dampak Karhutla di Tiga Titik Mencapai 10 Ribu Lebih Tanaman...

Update Terbaru, Dampak Karhutla di Tiga Titik Mencapai 10 Ribu Lebih Tanaman Warga dan Luas Lahan 143 Hektar

0
14
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L Mus

Bobong, ufuktimur.com,– Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu bersama tim tanggap darurat terus bergerak untuk membantu masyakarat yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Taliabu Barat Laut, Lede dan Taliabu Utara.

Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus mengatakan, saat ini tim tanggap darurat telah mendirikan Enam posko dan 120 petugas yang terdiri dari unsur Pemadam Kebakaran, Satpol PP, BPBD, TNI/Polri dan Brimob. Ia juga telah mengarahkan ASN dan PPPK ke Lokasi untuk membantu proses pemadaman api di lokasi kebakaran. Sebagian ditugaskan untuk membantu di posko kesehatan dan dapur umum.

“Banyak dari petugas kami juga membantu di dapur umum dan Posko kesehatan, untuk itu kami harap kepada masyakarat agar tetap tenang, tidak gegabah, kita semua bergotong royong, membantu satu sama lain. Kami juga mengingatkan kepada masyarakat agar menyelamatkan dokumen – dokumen penting dan menghitung betul – betul kerugian agar kami di Pemda dapat mencatat total kerugian yang dialami oleh masyakarat,” ujarnya.

Sashabila menyebutkan, terdapat di beberapa titik yang belum terhitung jumlah tanaman dan luas lahan yang terdampak Karhutla  yaitu, di wilayah Todoli, Tikong dan Lise. Kata dia, saat ini api sudah menjalar hingga ke Lise Kecamatan Lede dengan jarak jangkauan sekitar 5 kilo meter sehingga menyulitkan masyakarat untuk membawa air ke lokasi untuk memadamkan api. 

“Karena itu, kami harapkan tim di lapangan untuk mencari titik api dengan begitu tim di lapangan dapat mengangkut logistik ke titik lokasi lebih cepat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan update data terbaru kerugian, baik lahan maupun tanaman masyakarat. Menurutnya, data yang telah dikantongi per 10 Oktober 2026, jumlah tanaman warga yang terdampak kebakaran sudah mencapai 10 ribu lebih. Data ini meliputi tiga titik lokasi yaitu, Nggele, Salati Kecamatan Taliabu Barat Laut dan Buambono, Kecamatan Taliabu Utara. Sementara lahan yang terbakar sudah mencapai 142 hektar.

“Kami sudah berupaya untuk hadir, kami juga sudah berkomunikasi dengan Provinsi, Ibu Gubernur juga sudah berkomunikasi dengan Pemerintah pusat. Siapa tau kami bisa dapat bantuan water Canon lewat udara dari pemerintah pusat. 

Yang kami khawatirkan ketika api sudah tidak berada di wilayah perkebunan yang masih bisa dihitung, justru kalau api sudah didorang dan sudah masuk ke wilayah hutan itu yang menjadi kekhwatiran terbakar kami, mohon doanya untuk teman – teman wartawan untuk terus memberitakan hal ini,” pintanya. (red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here