Rabu, Oktober 28, 2026

Pemda Taliabu Apresiasi Karya Pelajar Taliabu Go Nasional Soal Policy Brief Krisis Energi Langkuba

Must read

Bobong, ufuktimur, — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Taliabu menyambut terbuka rekomendasi kebijakan yang dirumuskan oleh para pelajar berkat kolaborasi antara Institut Hijau Indonesia, WALHI, dan You-Rings melalui program YOU-RINGS, yang sukses mengantarkan siswa-siswi SMAN 1 Pulau Taliabu menembus lima besar riset energi tingkat nasional.

Karya tulis ilmiah dan policy brief seputar krisis listrik di Dusun Langkuba tersebut diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir di ruang kerjanya. Kantor Bupati, Kota Bobong. Rabu, (28/10/2026)

Sebelum penyerahan resmi, para siswa yang terdiri dari Sudiono La Ode Safiudin, Fadil Hidayat Bumikra, Khalifah Rahmani, M. Julian Alfalah Deba, Inka, Juliani Adeha, Wiwi Saputi Sudarmin, Nindi Nuhtar, dan Jumita ini juga telah melakukan audiensi langsung dengan Bupati Sashabila serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bahkan, para pelajar pernah terjun langsung mendampingi kunjungan lapangan Bupati ke Dusun Langkuba setelah merespon masukan dari para siswa dengan menindaklanjuti penyerahan bantuan berupa rakit bermesin untuk mempermudah akses transportasi para tenaga pendidik (guru) dari Bobong menuju Langkuba.

Dalam kesempatan itu, Wabup La Ode Yasir menyampaikan rasa kagumnya terhadap ketajaman berpikir serta kepekaan sosial para siswa. 

Menurutnya, karya yang dirumuskan oleh anak-anak usia sekolah menengah ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan mendasar di daerahnya, khususnya ketimpangan akses energi.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi karya ilmiah yang dirumuskan adik-adik pelajar sebagai kepedulian nyata terhadap persoalan mendasar di Pulau Taliabu,” ujarnya 

Lanjut Wabup, gagasan tersebut lahir dari kolaborasi bimbingan antara Institut Hijau Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), dan You-Rings melalui program bernama Yurits. Sehingga ia menekankan, agar ke depan ruang-ruang diskusi dan penyampaian gagasan ilmiah seperti ini terus dibangun secara berkelanjutan.

“Jika ke depan ada hal-hal serupa atau gagasan demi kemajuan Kabupaten Pulau Taliabu, jangan ragu untuk disampaikan. Pemerintah daerah sangat terbuka agar kita dapat menampung pemikiran serta rekomendasi berbasis karya ilmiah dari adik-adik pelajar demi pembangunan daerah kita,” tandasnya 

Dikesempatan yang sama, Fasilitator Daerah Maluku Utara Program YOU-RINGS sekaligus Koordinator Institut Hijau Indonesia Maluku Utara, Muh Arbi Hardin, menjelaskan penyerahan dokumen ini kepada jajaran pemerintah daerah merupakan puncak dari rangkaian panjang pendidikan dan pengolahan data lapangan yang dijalani para siswa.

“Kami perwakilan kami dari Institut Hijau, ada Program Yurits, semacam sekolah yang fokus di isu energi. Kemarin itu harusnya dilaksanakan di Kota Ternate sebagaimana provinsi-provinsi lain di Indonesia. Tetapi, kita bersikeras harus di Taliabu, supaya sampai adik-adik bisa belajar walaupun mereka masih SMA,” ujar Abri sapaan akrabnya 

Ia mengungkapkan, selama empat bulan pendampingan, para siswa dibekali materi pembelajaran intensif di ruang WCDR setiap hari Sabtu dengan dukungan fasilitas dari DMH dan Disco Miko. Rangkaian kelas tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemetaan masalah dan riset lapangan.

“Penyerahan policy brief ini merupakan puncaknya setelah para siswa melewati seleksi ketat dari babak 200 besar, 12 besar, hingga menembus 5 besar nasional,” ungkapnya 

Ia menambahkan, Tim riset YOU-RINGS Maluku Utara berhasil masuk ke babak 5 besar dan mengungguli perwakilan dari berbagai provinsi lain di Indonesia yang mayoritas diisi oleh kalangan mahasiswa.

“Penyerahan policy brief hari ini merupakan rangkaian pendidikan yang dijalani peserta setelah melewati tahap 12 dan 5 besar. Tema utama dari policy brief ini mengangkat krisis lampu yang dialami warga Langkuba selama bertahun-tahun, yang bersumber langsung dari rekomendasi kebijakan dan hasil temuan lapangan di sana,” imbuhnya 

Ia mengutarakan, berdasarkan dokumen policy brief yang disusun para siswa, Dusun Langkuba tercatat belum menikmati aliran listrik selama 81 tahun. 

Dari 50 kepala keluarga yang ada, masyarakat sepenuhnya masih menggantungkan penerangan pada lampu minyak tanah dan generator set (genset) dengan biaya operasional yang mahal.  

“Melihat potensi radiasi matahari yang tinggi di kawasan tersebut, para siswa menawarkan solusi konkret berupa penyiapan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal Off-Grid,” terangnya 

Arbi juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak selama empat bulan pendampingan di ruang WCDR setiap hari Sabtu, termasuk dari DMH dan Disco Miko.

“Kami ingin mengucapkan terimakasih kasih atas dukungan pemerintah daerah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Komunikasi dan Informatika yang telah memfasilitasi ruang Komdigi Taliabu selama proses bimbingan berlangsung,” ucapnya

Ia mengakui bahwa susunan karya tersebut dibuat murni berdasarkan sudut pandang dan kapasitas pelajar SMA. Namun, fakta bahwa mereka mampu bersaing dengan peserta dari provinsi lain yang didominasi oleh kalangan mahasiswa menjadi nilai tambah tersendiri.

“Nah, mungkin ini tidak se-ilmiah yang ditulis oleh para pakar. Ini adalah hasil kerja adik-adik SMA. Jika kita bandingkan dengan provinsi lain, itu peserta tingkat SMA rata-rata sudah mahasiswa. Tetapi dari babak 38 besar hingga 5 besar, mereka bisa membuktikan kalau mereka tidak kalah saing dengan mahasiswa dari provinsi lain,” tutur Abri yang merupakan penanggung jawab Komunitas Warna Taliabu ini. (Red)

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article