Bobong, ufuktimur.com — Satu persatu Program Nasional bakal masuk di Pulau Taliabu di tahun 2026 hingga 2027 mendatang.
Sebelumnya, terdapat berapa program yang sudah masuk di Pulau Taliabu yaitu, Rumah Sakit, Listrik dan kedepan bakal masuk lagi Sekolah Rakyat. Program tersebut merupakan program prioritas pemerintahan Prabowo – Gibran yang termuat dalam Asta Cita Presiden.
Saat ini pemerintah daerah Kabupaten Pulau Taliabu sedang fokus mengawal usulan pembangunan sekolah Rakyat di Pulau Taliabu. Usulan Pemda tersebut sudah sampai di Kementrian Sosial disertai data pendukung yang menjadi syarat dalam program itu.
Kepala Dinas Sosialnya, Kuraisya Marsaoly dikonfirmasi mengatakan, Pengusulan sekolah rakyat di Kabupaten Pulau Taliabu diharapkan sebagai solusi strategis dalam pengentasan kemiskinan sebagaimana visi Presiden Indonesia. Hal ini juga bagian dari visi – misi Bupati Pulau Taliabu.
Menurutnya, berdasarkan data statistik tahun 2025, terdapat 6,63% keluarga miskin. Sementara data Dinas Pendidikan tercatat, 504 siswa putus sekolah dan 842 anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
“Itu tersebar di 71 desa, selain itu masyarakat penerima manfaat 5078 jiwa terdiri dari desil 1 dan desil 2. Semua ini menjadi dasar di Kabupaten Pulau Taliabu untuk membangun Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Dia mengaku, proposal Sekolah Rakyat sudah disampaikan di Kemensos dengan tembusan ke Gubernur Maluku Utara dan Bupati Pulau Taliabu, selanjutnya Pemda akan menunggu penjadwalan audience dengan Menteri sosial.
“Surat sudah kami sampaikan. Semoga dalam waktu dekat sudah terjadwal untuk melakukan audience dengan menteri sosial agar kita mendapat kepastian penyelenggaraan sekolah rakyat secepatnya,” ujarnya.
Mantan Kadis Kesehatan Taliabu ini menambahkan, untuk lokasi Pembangunan yang direncanakan berada di Desa Woyo Kecamatan Taliabu Barat dengan luas lahan yang telah disiapkan seluas 5 hektar.
“Lahan yang disiapkan seluas 5 hektar di Desa Woyo, semoga semua berjalan dengan lancar,” tandasnya. (Red)





