Sanana, ufuktimur.com — Ratusan Kafilah dari 12 Kecamatan mengikuti Pawai Ta’aruf dalam rangka penyelenggaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Kepulauan Sula ke XI tahun 2026.
Pawai Ta’aruf ini resmi dilepas oleh wakil Bupati Kepulauan Sula, H. Saleh Marasabessy di Istana Daerah Dad Hia Ted Sua, Jumat, (5/6/2026).
Wakil Bupati M. Saleh Marasabessy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan MTQ. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar hingga seluruh rangkaian acara berakhir.
Saleh juga mengingatkan pimpinan kafilah dan official agar memperhatikan kondisi kesehatan para peserta selama mengikuti perlombaan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga kesehatan dengan baik agar nantinya dapat tampil dalam kondisi sehat dan prima pada setiap cabang perlombaan MTQ,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh peserta pawai agar menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia demi kelancaran kegiatan. Lanjut Saleh, Pawai Ta’aruf bukan hanya seremoni pembukaan MTQ, melainkan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Islam adalah rahmatan lil alamin, agama yang membawa kedamaian serta menjunjung tinggi toleransi, baik sesama muslim maupun antar umat beragama,” katanya.
Wabup 2 Periode ini menyebutkan, keberagaman budaya dan penampilan yang ditampilkan peserta selama pawai menjadi cerminan kekayaan sosial masyarakat Kepulauan Sula. Karena itu, keberagaman tersebut harus dijaga dan dirawat sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
“Semoga keberagaman khazanah budaya yang ditampilkan hari ini semakin memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” ucapnya.
Selain
Pawai Ta’aruf sebagai ajang silaturahmi antar kafilah, kegiatan tersebut juga menjadi tanda dimulainya pelaksanaan MTQ yang diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Kepulauan Sula.
“Pelaksanaan MTQ tahun ini diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga memperkokoh persatuan, kebersamaan, dan semangat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk,” tutupnya. (Red)










