Home Pendidikan Soal Isu Pungli Terhadap Kepala Sekolah, Begini Tanggapan Panitia Hardiknas

Soal Isu Pungli Terhadap Kepala Sekolah, Begini Tanggapan Panitia Hardiknas

0
6
Panitia Penyelenggara Hari Pendidikan Nasional menggelar Konferensi Pers menanggapi isu tentang pungutan Liar terhadap Kepala Sekolah

Bobong, ufuktimur.com — Panitia Penyelenggara Kegiatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, angkat bicara terkait dengan dugaan pungli terhadap Kepala Sekolah dalam penyelenggaran kegiatan Hari Pendidikan Nasional 2026.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Jasman Jauda melalui konferensi pers di ruangan Kepala Dinas Pendidikan, Selasa, (27/4/2026) malam tadi.

Jasman menjelaskan, bahwa 9 item kegiatan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diperlombakan saat ini bukan dibuat oleh panitia, namun merupakan juknis nasional. Kata dia, kegiatan yang terdapat dalam juknis Nasional terdiri dari dua item yaitu, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional
(FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang secara Nasional.

“Ini kegiatan Nasional yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Kabupaten, jadi anak – anak yang memiliki talenta atau kompetensi di bidang seni atau bidang yang lain yang lolos dalam ajang perlombaan ini akan dibawa ke tingkat Provinsi, setelah selesai di tingkat provinsi mungkin mereka bisa dikirim untuk mengikuti kompetisi di tingkat Nasional,” ujarnya.

Jasman menambahkan, kegiatan ini dianggarkan melalui anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), berdasarkan Permendikdasmen bahwa kegiatan Nasional maupun Kegiatan Keagamaan bole dialokasikan melalui Dana BOSP. Hanya saja, di tahun – tahun sebelumnya bisanya dilakukan di satuan pendidikan masing – masing tetapi di tahun  ini digabungkan.

“Sesuai dengan hasil musyawarah kepala sekolah tingkat SMP maupun SD menyepakati bahwa kegiatan akan digabungkan dan dilaksanakan di tingkat ibu kota kabupaten tepatnya di dinas pendidikan. Jadi tidak ada yang salah dalam hal ini, justru yang salah kalau dianggarkan melalui Dana BOSP tapi tidak dilaksanakan,” tegasnya.

Dia menyebutkan bahwa, antusias setiap satuan pendidikan untuk mengutus anak didiknya mengikuti berbagai mata lomba mendekati 1000 peserta.

“Peserta yang mengikuti lomba saat ini hampir 1000 orang,” katanya.

Sementara itu, menanggapi isu pungli terhadap kepala sekolah sebagaimana pemberitaan salah satu media online, Ketua MKKS SMP,  La Ode Hamdan menjelaskan bahwa, hingga saat ini belum ada laporan dari kepala sekolah terkait dengan masalah pungli tersebut. Terkait dengan informasi bahwa ada kepala sekolah yang merasa keberatan terhadap mobilisasi siswa untuk mengikuti kegiatan lomba di ibu kota Kabupaten kata dia, mungkin karena ini hal baru. Sebab, dalam beberapa tahun terkahir belum pernah ada kegiatan seperti ini.

“Terkait dengan Keberatan soal mobilisasi siswa untuk mengikuti lomba, sampai saat ini kita belum terima laporannya,” ujarnya.

Terkait dengan anggaran kegiatan, bahwa sebelumnya kepala Dinas telah menyampaikan ke setiap Satuan Pendidikan untuk menganggarkan kegiatan Nasional dan kegiatan keagamaan melalui Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Arkas). Sebab, Dinas hanya memfasilitasi pelaksanan kegiatan namun untuk anggaran semua bersumber dari sekolah masing – masing dan pertanggungjawaban anggaran pun dibuat oleh sekolah masing – masing.

“Jadi, untuk kegiatan ini dari Dinas hanya memfasilitasi, untuk anggaran telah dialokasikan melalui Arkas satuan pendidikan masing – masing,” terangnya.

Terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan, Mushawwir menyampaikan bahwa, terkait dengan kegiatan saat ini adalah bahwa, bagaimana kita bisa memenuhi hak  anak – anak di Taliabu bisa setelah dengan daerah lain. Lanjut dia, bahwa apa yang dilaksanakan saat ini bagian dari keinginan anak – anak untuk menunjukan talenta mereka dalam kompetisi seperti ini.

“Jadi kalau teman – teman media dapat membantu kami untuk mengekspos kegiatan seperti agar diketahui oleh daerah lain bahwa di Taliabu juga menyelenggarakan kegiatan seperti ini maka kedepan tidak menuntut kemungkinan kami akan buat kegiatan yang lebih besar lagi,” terangnya.

Ia menegaskan, bahwa panitia tidak pernah meminta partisipasi. Ini adalah kolaborasi Iuran yang ada di satuan pendidikan masing – masing dan telah dialokasikan melalui Arkas. Selama ini kita tidak tau, kegiatan yang telah dianggarkan melalui arkas bahkan Outputnya pun kita tidak tahu. Sekarang dibuat secara kolaborasi. Bahwa setiap sekolah yang menganggarkan itu, mari kita sama – sama sehingga potensi anak – anak kita di Taliabu diketahui karena mereka telah mengikuti kompetisi satu sama lainnya.

“Kedua mereka bisa saling mengenal bahwa ternyata saya di selatan bisa ada teman di Utara, selama ini akses kita terbatas karena kondisi geografis itu menjadi nilai positif bagi anak – anak kita di Taliabu,” tutupnya. (Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here