Home Pendidikan Siswa Baru SD Inpres Bobong Ikut MPLS Ramah Anak, Simak Apa Saja...

Siswa Baru SD Inpres Bobong Ikut MPLS Ramah Anak, Simak Apa Saja yang Diperkenalkan di Sekolah

0
5
Penyebutan Siswa baru SD Inpres Bobong di hari Pertama pelaksanaan MPLS

Bobong, ufuktimur.com, — Sebanyak 110 siswa baru SD Inpres Bobong mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS yang direncanakan akan berlangsung selama lima hari ini dimulai sejak Senin, (13/6/2026).

Dihari pertama pelaksanaan MPLS, dimulai dengan penjemputan siswa di depan pintu masuk dengan dipakaikan tanda pengenal secara simbolis oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan upacara bendera sekaligus pembukaan MPLS. Setelah itu, dilakukan sosialisasi MPLS ramah anak kepada orang tua wali kelas satu. Dan dilanjutkan dengan pemberian materi di kelas masing – masing.

Ini disampaikan Kepala SD Inpres Bobong, Hamzah saat ditemui wartawan ufuktimur.com di ruang kerjanya Senin kemarin. Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS ini dengan tujuan untuk memperkenalkan siswa baru terhadap lingkungan sekolah, seperti fasilitas, para guru dan mata pelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah.

“Jadi dengan adanya MPLS ini kami berharap siswa baru itu dapat mengenal lingkungan sekolah, pribadi para guru dan Kakak kelas mereka,” ujarnya

Ia menambahkan, dalam proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026 ini berjalan lancar namun ada beberapa kendala yang berkaitan dengan data siswa, yakni, nama di kartu keluarga dengan di akta kelahiran berbeda. Kata dia, hal ini akan menjadi masalah  bagi sekolah karena data siswa tidak valid.

“Saat ini kami temukan di 6 siswa baru yang mengalami masalah itu, namun kami sudah koordinasikan dengan orang tua untuk segera ke kantor Disdukcapil agar sinkronkan data tersebut dalam minggu ini, supaya di Minggu depan ketika sistem dapodik sudah bisa diakses kami langsung input data siswa tersebut,” jelasnya.

Lanjut Hamzah, di tahun ajaran 2026 ini, SD Inpres Bobong mendapat kuota tambahan siswa dari 80 menjadi 114 siswa. Menurutnya, penambahan kuota siswa itu karena saat dimulainya pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2026, SD Inpres Bobong dibatasi kuota sebanyak 80 orang. Namun, setelah dua hari pembukaan pendaftaran secara online jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, karena pendaftar menjadi 84 orang sehingga panitia langsung menutup server lalu berkoordinasi dengan dinas Pendidkan Pulau Taliabu untuk mengkoordinasikan ini dengan pihak BPMP Provinsi Maluku Utara, kemudian dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Setelah dikordinasikan, Alhamdulillah kami mendapat tambahan kuota menjadi 114 orang, namun hingga pendaftaran ditutup jumlah pendaftar hanya mencapai 110 siswa, yang saat ini sedang mengikuti MPLS,” terangnya. (Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here