Bobong, ufuktimur.com — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pulau Taliabu akan menyelenggarakan Bakti Sosial (Baksos) operasi Katarak gratis di Pulau Taliabu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Sosial, mulai dari dokter hingga peralatan medis lainnya.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Kuraisia Marsaoly ditemui diruang kerjanya, Rabu, (13/5/2025) mengatakan, bahwa pada awal 6 Mei 2026 lalu, pihaknya secara resmi menyampaikan pengusulan bakti sosial operasi Katarak kepada Kementerian Sosial di Pulau Taliabu. Dan pada saat audience bersama Mensos juga disampaikan secara langsung.
“Alhamdulillah, pak menteri merespon baik, kami sudah berkoordinasi dengan dirjen dan direktorat lansia untuk melakukan persiapan bakti sosial operasi Katarak di Kabupaten Pulau Taliabu,” ujarnya.
Kuraisia menambahkan, setelah berkoordinasi dengan dirjen dan direktorat lansia, pihaknya langsung mendatangi sentra operasi Katarak di Palu Sulawesi Tengah sebagai perwakilan Kemensos untuk wilayah Taliabu.
“Saat kami mendatangi Sentra Operasi Katarak di Palu, alhmdulillah mendapat respon dengan baik, sehingga saat ini kami melengkapi data dari 326 orang lansia yang sudah di skrining dan hasil skrining dengan menderita katarak dan keparahannya,” tambahnya.
Mantan Kadis Kesehatan Pulau Taliabu ini menyebutkan, dinas sosial juga akan melengkapi data dari 326 orang lansia menjadi 500 orang. Ia mengaku, data 326 orang tersebut belum mencakup 71 desa, saat ini baru mencakup 41 Desa. Itu artinya masih 30 desa yang belum terjangkau sasaran lansia yang membutuhkan operasi Katarak.
“Dan saat ini kami sudah sebarkan staf di lapangan, mulai besok saya bersama staf dan membawa serta dokter akan turun langsung ke desa dimulai dari wilayah selatan untuk melengkapi data yang dibutuhkan, kenapa kami harus mendata dan skrining lagi karena untuk pelengkap desil- nya.” jelasnya.
Ia menyebutkan, rata – rata lansia yang sudah didata sebanyak 326 itu terdapat 146 orang yang masuk dalam desil 6-10. Ini yang menjadi alasan pihaknya untuk turun langsung ke lapangan untuk memastikan apakah Meraka memang berada di desil 6-10 atau memang berada di desil 1-5. Sebab, data diterima dinsos itu rata – rata masyarakat yang kurang mampu namun mereka berada di desil 6-10.
“Karena itu, kami wajib mengecek langsung ke lapangan agar dilakukan pembaharuan data sehingga mereka masuk dalam desil 5-1 dan layak mendapatkan operasi Katarak gratis ini,” terangnya.
Dia menuturkan, bakti sosial operasi Katarak ini sangat penting dilakukan karena, di Taliabu belum memiliki fasilitas medis yang yang lengkap dan belum ada dokter spesialis mata. Selain itu, secara geografis, rentang kendali dari desa ke kabupaten masih sulit. Tak hanya itu, sesuai hasil pendataan 326 orang itu rata – reta memiliki ekonomi kurang mampu. Kemudian, terdapat 48 lansia yang datanya tidak ditemukan di desil karena masih ada kesalahan NIK.
“Karena itu, kami menyurat ke Dinas Capil untuk mengecek kembali NIK meraka, terkait pelaksanaan operasi Katarak tergantung kesiapan data kami, karena itu kami diminta untuk terus membangun komunikasi dengan kementerian dalam hal ini direktorat lansia,” tuturnya.
Mantan Kabag Humas Kepsul ini mengaku, rencana waktu pelaksanan pada bulan juli 2026 mendatang. Sehingga, pihak direktorat meminta agar pada akhir bulan Mei ini semua kelengkapan data sudah diinformasikam agar dilakukan skrining.
Ia juga meminta kepada masyarakat agar dapat hadir ketika tim dinsos berada di lapangan, karena saat turun lapangan nanti pihaknya juga membawa dokter untuk langsung melakukan pemeriksaan di lapangan. Tujuannya, agar masyarakat tidak perlu lagi jauh – jauh ke puskesmas di Ibu kota kabupaten. (Red)



