Bobong, ufuktimur.com —Setelah beberapa kali mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD, Budiman L Mayabubun terkait kerusakan jalan tanjakan Gunung Sampe Desa Kawalo, Akhirnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Taliabu, mengalokasikan anggaran sebesar Rp.400 juta untuk Perbaikan jalan tersebut.
Sebelumnya, Dinas PUPR hanya menganggarkan Perencanaan jalan tersebar di Pulau Taliabu senilai Rp.400 juta namun, saat Komisi III menggelar RDP dengan Dinas PUPR yang saat itu dihadiri oleh Kasubag perencanaan setelah mendapat penjelasan dalam rapat tersebut, ketua komisi III langsung menghubungi Kadis PUPR yang masih dijabat oleh Endro Sudarmono dan meminta untuk anggaran perencanaan jalan tersebar itu difokuskan ke perbaikan Gunung Sampe dan akhirnya di tahun 2026 ini Dinas PUPR mengalokasikan anggaran Perbaikan jalan Gunung Sampe Desa Kawalo sebesar, Rp.400 juta.
Amatan media ini, Rabu (15/4/2026), Kondisi jalan Gunung sampe kembali rusak parah setelah dua pekan terkahir terjadi hujan. Kerusakan tersebut akan berdampak terhadap akses masyarakat yang setiap hari harus pulang pergi (PP) Bobong – Kawalo. Melihat kondisi jalan tersebut maka Dinas PUPR diminta segera menyiapkan dokumen untuk dilelang proyek tersebut. Mengingat karena kondisi jalan tambah rusak maka proses lelang perlu dipercepat. Apalagi dalam dua bulan kedepan dibagian Pesisir Selatan Taliabu akan menghadapi musim timur yang intensitas curah hujan akan tinggi.
Kepala Dinas PUPR, Ahmad Tahir ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026) mengatakan, di tahun 2026 ini dinas PUPR mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tanjakan Gunung Sampe senilai Rp.400 juta melalui APBD induk tahun 2026.
“Di APBD Induk 2026 ini, kami anggarkan perbaikan jalan Gunung Sampe sebesar Rp.400 juta. Mengingat karena saat ini kita sedang menghadapi musim hujan sehingga harus segara diperbaiki,” katanya kepada ufuktimur.com, Selasa (14/4/2025).
Ahmad mengatakan, pihaknya belum bisa mengalokasikan anggaran besar hingga tahap pengaspalan. Sebab, saat ini pemerintah daerah sedang menghadapi efesiensi anggaran sehingga anggarannya juga terbatas, karena itu. Meski tidak sekaligus namun pihaknya tetap memprioritaskan tanjakan Gunung Sampe.
“Insa Allah waktu dekat ini sudah dikerjakan, kami masih menunggu proses tender,” ujarnya.
Ahmad berharap pihak ketiga yang nantinya memenangkan proyek tersebut harus memiliki alat berat yang dapat menunjang kelancaran kerja di lapangan agar tidak terjadi seperti tahun sebelumnya, yang meski sudah ada pemenang tender namun karena tidak didukung dengan alat berat sehingga pekerjaan tidak jalan.
“Jadi saya berharap pihak ketiga yang memenangkan paket pekerjaan khusus jalan harus memiliki dukungan alat berarti,” harapnya. (Red)



